Posted by: irwangokiel | August 2, 2010

Perkembangan Yang Membanggakan

Memang jika berbicara mengenai kabupaten Luwu Timur, yang langsung terlintas di benak kita adalah tentang kekayaan alam yang di milikinya seperti Nickel, Belerang, dan Batu Bara yang kini menjadi komoditi utama kabupaten ini. Memang usianya masih sangat muda namun dalam segala aspek sudah sangat baik. Satu bukti nyata Kabupaten Luwu Timur telah berhasil menerapkan Pendidikan gratis mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Tingkat Lanjutan Atas, untuk alokasi anggaran Program Pendidikan Gratis Tahun 2009 Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp. 31.671.712.907.

Adapun Komponen biaya komponen gratis di Luwu Timur meliputi : Biaya Operasional Sekolah, Biaya Tunjangan Kesejahteraan Guru dan Kepala sekolah. Penghapusan uang SPP, Bantuan Beasiswa berprestasi (SD sampai Perguruan Tinggi), Biaya LKS, Biaya penerimaan Siswa Baru, Biaya Semester dan Mid Semester. Biaya Pas Photo, Biaya Raport, Biaya bimbingan dan Pengayaan (Les), Biaya Penulisan Ijazah, Biaya Ujian Sekolah dan Biaya Kegiatan Kepramukaan / Kesiswaan, Tunjangan Kesejahteraan Guru daerah Terpencil, bantuan BUS Transport Pelajar (2 Unit dari Pusat & 7 unit dari APBD).

Memang untuk membuat suatu daerah menjadi berkembang dengan baik yaitu dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, namun Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan itu, kualitas SDM yang harus  selalu diupayakan untuk ditingkatkan melalui pendidikan yang berkualitas, demi tercapainya keberhasilan pembangunan. Sementara guna mencapai kualitas pendidikan yang diinginkan diperlukan sarana dan prasarana serta unsur penunjang lainnya dalam proses pendidikan.

Oleh karena itu apa yang dimiliki saat ini semoga senantiasa dapat terjaga keutuhannya sampai kapanpun, sehingga semua lapisan masyarakat yang ada saat ini ataupun generasi muda kelak dapat  ikut merasakan kekayaan alam yang ada yang menjadi kebanggaan masyarakat Luwu Timur, termasuk diri pribadi saya yang di besarkan didaerah ini.

Posted by: irwangokiel | August 1, 2010

Lagu Perdamaian

Lagu dero yang biasa orang sebut lagu perdamaian sebenarnya berasal dari sulawesi tengah, yang lebih kita kenal berada diderah poso,lagu dero ini pun banyak di senangi oleh masyarakat baik dari daerah itu sendiri ataupun dari luar daerah sulawesi tengah yang telah mengenal lagu dan cara bergoyangnya itu mulai dari yang muda hingga tua. Khusus buat saudara-saudara saya yang bersuku padoe dalam tulisan saya ini, saya akan memperlihatkan salah satu video tentang lagu dero.

Selamat Mononto and Merongoi Konco

Posted by: irwangokiel | August 1, 2010

Sejarah Suku Padoe

Menurut sejarah, Suku Padoe  telah mendiami daerah pegunungan dan lembah sejak tahun 1400. Populasi suku Padoe di Luwu Timur menyebar dari daerah Kawata, Malili, Mangkutana, Pakatan, Wasuponda, Wawondula, Tabarano, Lioka, Togo, Balambano, Soroako, Landangi, Matompi, Timampu, Karebe, dan lain-lain. Banyak ksatria pemberani yang hidup pada masa itu. Mereka dikenal dengan sebutan “PONGKIARI”.

Kehebatan para Pongkiari ini terdengar oleh Datu Luwu, pemimpin Kerajaan Luwu. Saat Kerajaan Luwu di Palopo menghadapi musuh dari selatan, Datu Luwu meminta para Pongkiari untuk membantu dalam peperangan. Bantuan para Pongkiari bagi Kerajaan Luwu dalam menghadapi raja-raja dari Selatan membuat Datu Luwu memberikan penghormatan tersendiri kepada para Pongkiari dan seluruh suku Padoe. Karenanya, Suku Padoe tidak diminta memberikan upeti kepada Datu Luwu. Beberapa cerita rakyat tentang kehebatan Pongkiari ini menceritakan bahwa konon Danau Matano, Danau Mahalona, dan Danau Towuti terbentuk karena pertempuran para Pongkiari.

Begitu dahsyatnya pertempuran itu, membuat terciptanya kubangan yang sangat luas dan dalam sehingga membentuk danau hingga saat ini. Namun seiring perkembangan zaman, eksistensi Pongkiari berangsur-angsur hilang. Suku Padoe memiliki adat-istiadat, aturan adat, bahasa bahkan pola kepemimpinan yang masih eksis hingga saat ini.

Pada era pemberontakan DI/TII Kahar Muzakkar di Sulsel, banyak orang Padoe lari meninggalkan tanah nenek moyang mereka ke arah Sulawesi Tengah seperti Beteleme, Poso, Taliwan, Parigi, dan lain-lain. Hal ini menyebabkan sebagian Suku Padoe tersebar dan berdiam di wilayaha Sulawesi Tengah hingga kini. Kini, setelah daerah Padoe menjadi bagian dari Kabupaten Luwu Timur, beragam kegiatan terus dikembangkan untuk dapat menyejahterakan suku Padoe.

Organisasi adat yang berkembang sejak tahun 1970 PASITABE telah beberapa kali menyelenggarakan pesta adat dan rapat dewan adat Padoe. Hingga kini PASITABE tetap aktif dalam rangka konsolidasi dan pendampingan terhadap kasus-kasus yang melibatkan tanah ulayat, tanah nenek moyang suku Padoe.

Dengan adanya salah satu organisasi ini, banyak kalangan yang mengharapkan agar eksistensi suku padoe yang ada di deluruh daerah di nusantara ini bisa tetap ada sampai kapanpun. Selain itu natara sesama suku padoe bisa saling mengenal antara satu sama lain sehingga hubungan silaturahminya saling terjaga demi perkembangan di masa depan. Karena siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan nenek moyang kita kalau bukan kita para Generasi Muda Padoe.

Posted by: irwangokiel | April 25, 2010

Kakao Hasil Yang Membanggakan

Kakao merupakan salah satu potensi perkebunan yang di miliki oleh setiap daerah yang ada di sulawesi selatan termasuk Luwu, karena sebagian besar masyarakat memiliki profesi sebagai petani kakao. selain berpengaruh terhadap pendapatan daerah terutama negara kakao juga berperan penting dalam masyarakat karena dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada.

Selain itu, kebanyakan masyarakat justru menggantungkan mata pencahariannya terhadap tanaman ini. Mangkannya masyarakat merasa senang karena pemerintah selalu memperhatikan keadaan mereka salah satunya adalah adanya bantuan serta penyuluhan dari pemerintah.

Posted by: irwangokiel | April 25, 2010

Wisata Danau Nan Indah

Malili adalah salah satu kecamatan yang terletak di daerah Luwu Timur yang memiliki potensi serta kekayaan alam yang amat melimpah. Kalau berbicara masalah kekayaan alamnya Luwu Timur memiliki sejumlah besar tempat wisata yang amat menarik untuk di kunjungi, terutama bagi para pengunjung yang baru pertama kali mengenal daerah ini.

Misalnya saja Matabuntu yang terletak di daerah Wasuponda yang terkenal dengan air terjunnya, Pontada serta danau matano yang terletak di soroako yang terkenal dengan nuansa pantainya yang begitu memikat hati apalagi jika melihat air danau yang begitu jernih sehingga dasar danaunya terlihat jelas. Siapa saja yang melihatnya, serasa tidak bisa menahan diri untuk tidak terjun ke dalam air menikmati kesegaran dan jernihnya air danau ini.Pesona danau ini begitu menggoda.

Alamnya yang begitu indah dan sejuk dengan hutan yang rimbun di tepi danau. Belum lagi pengunjung bisa berenang dan berendam di sekitar pulau kucing . Disebut begitu karena dari kejauhan pulau di pinggiran danau itu tampak berbentuk Kucing bahkan ada yang mengatakan bahwa air danaunya lebih jernih dan indah di banding air kolam renang.

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.